Beberapa Hal Yang harus Anda Perhatikan Sebelum Mengkonsumsi Obat Herbal

Beberapa Hal Yang harus Anda Perhatikan Sebelum Mengkonsumsi Obat Herbal

Beberapa Hal Yang Harus Anda Perhatikan Sebelum Mengkonsumsi Obat Herbal

fadhilahherbal - Pada umumnya obat herbal yang diracik pasti dibuat dengan tujuan untuk membuat tubuh Kita menjadi lebih sehat. Namun ada beberapa obat herbal yang malah justru sebaliknya membuat tubuh Kita semakin tidak sehat. Jadi tugas Anda disini adalah lebih berhati-hati dan harus memperhatikan beberapa hal. Mulanya memang benar, obat herbal dibuat untuk menyembuhkan penyakit yang sedang diderita namun hati-hati dan baca terlebih dahulu efek sampingnya sebelum Anda mengkomsinya. Obat herbal diracik dari beberapa tanaman herbal mulai dari akar, batang, daun, bunga, buah, dan bijinya tergantung dari jenis tanaman herbal itu sendiri. Ada beberapa obat herbal yang sudah menjadi suatu tradisi dari nenek moyang Kita, jika berbicara soal pembuatannya. Ada juga yang masih baru-baru ini diciptakan yang biasanya disebut dengan obat herbal nontradisional. Sedangkan obat herbal yang sudah ada sejak turun temurun dari nenek moyang Kita disebut dengan obat herbal tradisional.

Baca Juga :

- 100 Penyakit Hilang dengan Ramuan Bawang Putih

Mulanya semua obat yang Kita konsumsi harus memiliki izin dari BPOM RI. Dengan demikian pasti obat yang sudah terdaftar baik untuk Kita konsumsi dan secara otomatis sudah aman bagi tubuh. Namun ada beberapa suplemen herbal yang masih nakal melakukan peredaran obat-obatan herbal secara ilegal tanpa izin BPOM RI. Hal ini yang membuat masyarakat menjadi takut dan ragu akan khasiat obat herbal. Belum lagi, semua obat pasti memiliki efek samping walau dalam jumlah kecil ataupun besar untuk tubuh Kita karena tugas Kita adalah berhati-hati akan hal ini.

Lalu, Obat Herbal Seperti Apa Yang Aman Untuk Dikonsumsi?

Untuk membuat obat herbal menjadi aman dikonsumsi sebaiknya harus teruji secara ilmiah. Jadi tentu yang sudah teruji, akan aman untuk dikonsumsi karena sebelum dipasarkan sudah melalui berbagai tahapan. Mulai jadi uji klinis, uji toksisitas akut, uji toksisitas sub-akut, kronik dan uji teratogenik. Sebelum dipasarkan uji yang harus dilakukan adalah uji dosis, cara penyajian, efek samping yang ditimbulkan serta interaksinya dengan berbagai senyawa, jadi tidak asal membuatnya saja. Hal ini dikemukakan oleh prof. Maksum radji yang merupakan guru besar ilmu farmasi di universitas indonesia. Obat herbal di indonesia kebanyakannya dikategorikan sebagai jamu dan obat yang sudah standarisasi. Kedua jenis obat herbal ini biasanya masih belum terbukti keamanannya dn msih belum terji secara klinis. Obat herbal terstandar hanya teruji menggunakan hewan lab. Sedangkan jamu seperti biasanya kita temukan pada orang-orang yang berjualan keliling dibuat secara tradisional dengan direbus. Jamu ini sudah ada sejak turun temurun dan merupakan racikan yang sudah menjadi warisan dari nenek moyang kita. Dengan demikian membuat obat herbal menjadi semakin diragukan kualitasnya untuk dikonsumsi.

Apakah Obat Herbal mengandung zat kimia ??

Perlu anda ingat, walau obat herbal terbuat dari beberapa bahan alami namun tak sedikit rempah yang dapat mengandung senyawa kimia. Jadi senyawa kimia ini yang dapat menimbulkan suatu efek tertentu. Contohnya temulawak yang berguna untuk meningkatkan nafsu makan dan mengatasi sambelit. Perlu anda ketahui bahwa temulawak mengandung zat kimia yang fungsinya untuk mengencerkan darah sehingga membuat peredaran ginjal akut pada penderita penyakit hati, apalagi anda terlalu lama duduk ketika bermain casino online. Efek samping inilah yang membuat obat herbal menjadi diragukan untuk dikonsumsi. Ada beberapa obat herbal yang berpotensi mengandung jamur amanita phaloides yang memproduksi aflatoksin. Aflatoksin inilah yang menyebabkan kerusakan hati seseorang yang mengkonsumsinya. Ada beberapa obat herbal asal china yang sudah beberapa kali di uji mengandung campuran senyawa kimia untuk menangani obesitas dan anti-impotensi. Namun obat ini menyebabkan efek samping yang serius seperti gangguan jantung, dan tekanan darah.

Aturan Mengkonsumsi Obat Herbal !

Boleh saja mengkonsumsi obat herbal namun sebelum itu perhatikan beberapa hal berikut seperti dosis, takaran konsumsi obat dan efek samping yang ditimbulkan. Anda juga dilarang mengkonsumsi obat herbal sekaligus dengan obat-obatan lain. Beberapa suplemen herbal juga tidak baik untuk dikonsumsi secara sembaranagan. Karena setiap orang memiliki reaksi tubuh dan penyakit yang berbeda, hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal buruk yang kemungkinan dapat timbul. Biasanya suplemen herbal yang dikonsumsi hanya sekali dua kali tidak akan terlihat manfaatnya. Sehingga akan terlihat nampak jika anda benar-benar mengkonsumsinya secara rutin dalam jangka waktu yang panjang. Ada beberapa suplemen yang diracik khusus untuk mencegah berbagai penyakit namun tidak untuk menyembuhkan penyakit yang dimaksud. Sedangkan untuk yang menyembuhkan penyakit biasanya harus disertai dengan resep dokter. Sebenarnya sah saja dilakukan mengenai mengkonsumsi obat herbal untuk pelengkap dari obat sintetik. Biasanya obat herbal yang diracik secara direbus lebih aman untuk dikonsumsi dengan obat sintetik, namun anda harus lebih banyak tahu tentang khasiat dan efek sampingnya. Ada beberapa obat herbal yang seperti ini contohnya daun singkong mengandung yang saat ini sudah teruji keamanannya untuk dikonsumsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *